Risk Transfering dan Risk Sharing

Seperti yang dijelaskan pada postingan Asuransi Syariah sebelumnya, bahwa terdapat perbedaan mendasar dan prisipil dalam hal jaminan /resiko antara asuransi syariah yang menggunakan azaz Risk Sharing (saling menanggung resiko) dengan asuransi konvensional yang menggunakan azaz Risk Transfering (pengalihan Resiko).
Pada Asuransi konvensional, pemilik polis mengalihkan resiko finansialnya kepada perusahaan asuransi. Oleh karena itu dalam asuransi dinamai dengan hubungan antara tertanggung dan penanggung. Dan kepemilikan dana pun berpindah dari pemilik polis ke perusahaan asuransi. Dengan demikian, jika suatu saat timbul resiko, maka perusahaan asuransi akan menanggung resiko tersebut karena resiko telah berpindah dari pemilik polis ke perusahaan sebagai konskuensi dari pembayaran premi. Ini lah disebut dengan azas Risk Transferring (pengalihan resiko).

Tetapi pada asuransi syariah, hubungan peserta (pemegang polis) dengan perusahaan asuransi adalah saling menanggung resiko dimana peserta  secara bersama-sama dan sukarela mengumpulkan dana dalam bentuk iuran kontribusi tersebut tetap melekat pada peserta, dan apabila suatu saat timbul suatu resiko, maka peserta sendirilah lah yang akan membayarkan klaim atas resiko tersebut dari dana Tabarru’,
inilah yang disebut dengan azas Risk Sharing (saling menanggung resiko).src. faststart Prudential

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: